July 13, 2017

Sekelumit Cerita Pagi 140717

Pagi ini kiddos ada agenda ikut cooking class di kantor suami. Dan saya sebagai emaknya, harus nungguin mereka di kantor.

Walaupun beberapa hari sebelumnya saya semangat '45 untuk antar kiddos cooking class, nyatanya tadi malam  sempat galau juga. Keinginan (dan keharusan) memasak plus beberes rumah karena besok mama dan kakak datang dari Bekasi, itulah yang membuat saya galau ^__^

Kalau jadi ikut, harus berangkat pagi bareng suami, harus menunda pekerjaan emak-emak. Tapi kalau batal, kasihan anak cewek yang sangat berminat, kasihan suami yang sudah daftarin.

Yang bertumpuk
Yang menanti
Kuhempaskan saja
Biar menumpuk
Biar menanti

Hehe.. Begitulah nasib piring, baju dan bahan masakan saya :)

Tapii.. Saat ini, disini, di kantor suami, saya merasa bahagia.
Sambil menunggu, saya bisa nyetatus cantik di facebook, sekaligus nge-stock beberapa status cantik lainnya. Dan saya juga bisa ngisi blog. Dua hal yang biasanya susah saya lakukan kalau di rumah.

Eh.. Eh.. Saya juga bisa menemukan jawaban dari Puzzle Kotak Geser No. 6 lhoo :)

Seputar cooking class nih yaa.. Sepertinya kiddos are the youngest participant :)

Ketentuan peserta adalah anak-anak karyawan dengan usia 9-15 tahun. Dan yang ikut kloter ini rata-rata sudah usia belasan. Anak sulung saya belum genap 9 tahun, adiknya 7 lebih 3 bulan (adiknya memang pupuk bawang jee.. ^__^)

Alhamdulillah mereka tetap ikut bergabung, ikut menata isi risoles mayo, tidak mundur, tetap percaya diri dan tidak minder berada diantara peserta lainnya yang tinggi-tinggi :)

Soo.. Demikian sekelumit cerita pagi ini.
Salam Semangat!! :)

June 28, 2017

Anak-Anak dan Grup WhatsApp

Anak perempuanku, sejak libur sekolah akhir tahun ajaran 2017 ini, menjadi semakin akrab dengan WhatsApp. Yang sebelumnya ia hanya chat sedikit-sedikit dengan papanya, kemudian menjadi sering karena ia ber-wapri ria dengan dua teman dekatnya.

Salah satu dari teman dekatnya pun membuat grup agar mereka dapat mengobrol bersama.

Awalnya berjalan lancar. Semua tampak menikmati chating mereka di dunia maya itu. Tentu saja.. Karena mereka libur dan tidak dapat saling bercerita di sekolah. Melalui WhatsApp mereka dapat tetap saling berkomunikasi.

Namun setelah jalan sekian waktu, masalah mulai muncul. Ada yang tidak serius menjawab, ada yang merasa tidak diharhai, salah paham, bercanda dianggap serius, dan sebagainya.

June 26, 2017

Terenyuhku

Terenyuhku..
Saat Beliau memintanya
Aku dan keluarga
Kakak dan keluarga
Kami darah dagingnya

Terenyuhku..
Saat Beliau memintanya
Mencoba resapi inginnya
Merasuk rasanya
Menduga rindunya

Beliau..
Yang dulu telah memilih jalannya

June 25, 2017

Jalan Surga yang Dekat


-- Manusia mencari surga dengan berbagai cara. Namun, terkadang melupakan bahwa ada jalan surga yang dekat.
Yaitu, Orangtua.. Ibu..  --

Pelajaran dari sebuah film layar lebar berjudul "Ada Surga di Rumahmu". Film yang diangkat dari novel karya Ustaz Al Habsyi ini, diperankan oleh Husein Alatas, Nina Septiani, Zee Zee Shahab, Elma Theana, dan lain-lain termasuk Ustaz Al Habsyi sendiri.

Menceritakan kisah seorang anak bernama Ramadhan, yang dimasukkan pesantren karena keinginan kedua orangtua. Bagaimana ia kemudian belajar, bersemangat, menyadari sepenuhnya bahwa ridho Allah adalah ridho orangtua.

Karena doa restu orangtua, ia pun berhasil mewujudkan impiannya untuk masuk layar televisi. Bukan sebagai seorang artis seperti yang pernah dicita-citakannya semasa kecil, namun sebagai seorang Ustaz, penceramah.

Sikap bakti dan cinta kepada orangtua khususnya sang Ibu, yang dicontohkan di film ini, tak urung dapat membuat air mata penontonnya meleleh.

April 24, 2017

Persembahan Endah Bakery : Kukis Spesial yang Lembut Nan Crunchy

Terkadang, seseorang yang ingin berbisnis menemui kesulitan untuk memilih bidang usaha apa yang akan ditekuninya. Namun, tidak sedikit pakar yang memberikan tips untuk ini. Salah satu tips-nya adalah memilih usaha yang sesuai dengan passion (minat) dan hobby (kesukaan).

Ini pula yang dialami oleh Lilik Herawati, seorang ibu dari dua anak yang saat ini berdomisili di Pasuruan, Jawa Timur. Kesukaannya mencoba resep makanan di dapur telah memberinya jalan untuk menjadi seorang pebisnis. Berkolaborasi dengan ibunda mertua tercinta, ia mengukuhkan dirinya sebagai pebisnis kuliner, dengan produk kukis spesial. 

Yup, keinginannya begitu tinggi untuk ikut membesarkan nama Endah Bakery, sebuah usaha bakery milik ibunda mertua yang telah berdiri sejak 10 tahun yang lalu. Bermula dari produksi roti manis dan cake, Endah Bakery kini melebarkan sayap usahanya dengan memproduksi aneka kue kering atau kukis, seperti kastangel, nastar, coklat pralin, dan lain sebagainya. Produksi kukis ini dikhususkan saat bulan puasa dan menjelang Lebaran.