April 24, 2017

Persembahan Endah Bakery : Kukis Spesial yang Lembut Nan Crunchy

Terkadang, seseorang yang ingin berbisnis menemui kesulitan untuk memilih bidang usaha apa yang akan ditekuninya. Namun, tidak sedikit pakar yang memberikan tips untuk ini. Salah satu tips-nya adalah memilih usaha yang sesuai dengan passion (minat) dan hobby (kesukaan).

Ini pula yang dialami oleh Lilik Herawati, seorang ibu dari dua anak yang saat ini berdomisili di Pasuruan, Jawa Timur. Kesukaannya mencoba resep makanan di dapur telah memberinya jalan untuk menjadi seorang pebisnis. Berkolaborasi dengan ibunda mertua tercinta, ia mengukuhkan dirinya sebagai pebisnis kuliner, dengan produk kukis spesial. 

Yup, keinginannya begitu tinggi untuk ikut membesarkan nama Endah Bakery, sebuah usaha bakery milik ibunda mertua yang telah berdiri sejak 10 tahun yang lalu. Bermula dari produksi roti manis dan cake, Endah Bakery kini melebarkan sayap usahanya dengan memproduksi aneka kue kering atau kukis, seperti kastangel, nastar, coklat pralin, dan lain sebagainya. Produksi kukis ini dikhususkan saat bulan puasa dan menjelang Lebaran.

Seseorang yang sangat mencintai pekerjaannya tentu akan mengerjakan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, melakukan usaha yang terbaik demi mendapatkan hasil yang terbaik pula.

Inilah yang dilakukan oleh Lilik Herawati bersama sang ibunda mertua. Kecintaan pada dunia baking, telah memacu mereka untuk menemukan formulasi yang tepat demi menghasilkan kukis spesial yang lezat, mulai dari resep, pemilihan bahan baku dan cara pembuatan yang terbaik. Misalnya saja untuk bahan baku mentega, dipilih mentega spesial Wisjman yang harganya di atas rata-rata. Untuk kue nastar, selai nanasnya diproduksi sendiri, sehingga aman dan tanpa bahan pengawet.

Harganya yang lebih mahal dibandingkan harga kukis lainnya yang dijual di toko atau pasar, menjadi kendala dalam pemasaran di masyarakat golongan tertentu. Namun, hal ini sebenarnya wajar karena kukis Endah Bakery menggunakan bahan berkualitas yang harganya lebih mahal dibandingkan bahan yang umum digunakan. Untuk satu toples kastangel atau nastar dengan berat sekitar 500 gram, dibandrol Rp 70.000,00. Sedangkan untuk kukis kacang, putri salju, coklat kacang, mlinjo dibandrol Rp 65.000,00 per toples. Tentu angka ini sebanding dengan rasa nikmat ketika lidah dimanjakan oleh high quality kukis milik Endah Bakery 😍

  

Tidak hanya untuk dinikmati sendiri, kukis Endah Bakery juga sangat cocok untuk menjamu kerabat yang berkunjung saat Hari Raya, ataupun sebagai oleh-oleh untuk orang tua atau keluarga terkasih.

Yuuk.. mari meluncur ke Endah Bakery dan pesan kukis spesial favoritmu. Silahkan menghubungi Lilik Herawati di nomor 085234747833 (SMS/WA), atau melalui akun Facebook-nya : Lilik Herawati.

April 16, 2017

Alasan Saya Menulis (1)

Menulis, sebuah aktivitas yang sangat menyenangkan bagi sebagian orang, termasuk bagi saya. Merangkai dan menumpahkan kata-kata dalam tulisan adalah mengasyikkan. Karena itulah blog ini saya beri nama "Muara Kata", tempat bertemunya kata-kata, bermuaranya kalimat-kalimat. Pendek kata, dengan menulis saya bisa menjadi 'cerewet' 😁

Amatir, pemula...  iyess! itulah saya 😉
Ibarat bayi baru lahir, masih harus banyak belajar, terutama banyak membiasakan diri dalam menulis. Sebab menulis tidaklah harus karena bakat. Seseorang bisa menulis juga karena kebiasaan.

Alasan lain saya ingin masuk ke dunia menulis adalah karena saya suka mengetik. Mungkin terdengar konyol yaa... 😁
Alhamdulillah, saya dapat mengetik dengan menggunakan 10 jari. Eeitts... jangan langsung membayangkan saya yang mengetik dengan sangat cepat dan tanpa salah ya... hehehe

Untuk mengetik huruf A-Z, spasi, shift, enter, insya Allah saya cukup bisa dengan menggunakan  teknik 10 jari dan tanpa melihat tuts keyboardnya. Tapi masih langganan tombol Backspace dan Del juga lho yaa. Hehehe... apalagi kalau lama ga praktek.

Namun untuk mengetik angka dan beberapa tombol lainnya, saya juga masih harus melihat tutsnya. Oh iya, saya juga suka sekali mendengar suara yang timbul saat tuts keyboard ditekan, ada yang seperti saya kah? 😁

By the way, teknik mengetik menggunakan 10 jari ini saya pelajari ketika sedang nganggur, tepatnya jaman lulus SMA dan menunggu hasil UMPTN, kan nganggur tuh 😊 Big thanks to my sister who gave the idea.

The conclusion, saya menulis karena bisa menumpahkan kata-kata dan suka mengetik 😊

Eeittss... masih ada alasan saya lainnya yaach... to be continued in (next chapter)



March 24, 2017

Ilmu seperti Air

Ilmu bagaikan Air.

Air yang baik adalah air yang mengalir. Mengaliri banyak tempat, memberikan banyak manfaat.
Air yang tidak mengalir, maka hanya akan menggenang. Genangan air dapat menjadi sumber penyakit, bau tidak sedap, menjadi kotor.

Demikian juga dengan ilmu.

Ilmu harus mengalir, ilmu harus dibagi, diberikan kepada orang lain. Semakin banyak, semakin luas berbagi ilmu, maka akan semakin banyak manfaat yang diberikan untuk orang lain.
Ilmu yang tidak mengalir, ilmu yang tidak dibagi, akan dapat menjadi sumber penyakit. Angkuh, pelit, suka meng-kritik tanpa turut serta membenahi, beberapa diantaranya.

#specialnoteformetoday

January 07, 2017

Lirik Neo Shalawat - Snada

Beberapa waktu lalu, tiba-tiba terpikir dan kembali mengingat beberapa lagu nasyid jaman belasan tahun silam. 

The Fikr, Snada, Raihan, adalah kelompok nasyid yang dulu menjadi perhatian saya. Irama lagunya yang enak dengan liriknya yang sarat taujih, ternyata belum hilang dari ingatan saya. Bersenandung nasyid memang menyenangkan, menghibur diri sekaligus dapat menambah keimanan kepadaNya. 

Saya pun terpikir untuk mengenalkan ke anak-anak. Dan anak perempuan suka sekali dengan lagu Neo Shalawat dari Snada. Apalagi ternyata sempat diputar beberapa kali di sekolahnya. Doi minta syairnya, and this is it 😊

December 24, 2016

Lirik Lagu - The Grand Old Duke of York

Anak-anak tidak akan tumbuh di jaman yang sama dengan orang tuanya. Tugas orangtua untuk menyiapkan anak-anak agar dapat survive menjalani hidup sesuai jamannya kelak.
Huuft.... entah apa yang akan anak-anak hadapi kelak, tetapi kemampuan berbahasa inggris secara aktif dan pasif, sangat perlu disiapkan untuk mereka. Tentunya tanpa mengabaikan yang utama seperti pengetahuan agama (aqidah, akhlak, Al-Quran), kemandirian dan tanggung jawab.

Di usia mereka sekarang, terutama sang kakak yang menjelang 9 tahun, sudah waktunya lebih banyak "kenal" dengan bahasa inggris, tidak hanya saat pelajaran di sekolah, tetapi juga dalam keseharian di rumah. Mereka perlu lebih banyak mendengar dan bicara (praktik). Untuk itu saya terkadang menggunakan bahasa inggris saat bicara dengan mereka. Yang sederhana saja, karena sayanya pun bisanya berbahasa inggris yang sederhana 😊